Rencana saya di bidang
pendidikan yaitu ingin lulus SI dengan nilai IP yang sangat memuaskan spaya
bisa membanggakan kedua orangtua, semua atau segala bentuk kegiatan akademis
yang ada di kampus dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.
Rencana dibidang karir.
Yang pertama dan utama
saya ingin memperoleh pekerjaan sebagai tenaga pendidik di lembaga atau sekolah
formal, minimal sebelum lulus harus sudah mengajar, setelah lulus SI insyaAllah
saya harus terdaftar sebagai CPNS. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus
berusaha dan selalu positif thinking..Amin,
Yang kedua sebelum saya
menjadi seorang pendidik saya ingin merasakan pekerjaan di luar bidang
pendidikan dengan sebagai pekerja kantor,,amin yarobal alamin semoga alloh
mengabulkannya.
Disamping itu saya
menginkan:
· secepatnya ingin memperoleh pekerjaan di
lembaga atau sekolah formal
· sebelum lulus SI harus sudah mengajar dan
terdaftar sebagai pegawai tidak tetap
· setelah lulus SI harus terdaftar CPNS
· menjadi guru teladan dan profesional
· menjadi kepala sekolah
· menjadi pengawas
· ketika sudah pensiun menjadi pensiunan
produktif dengan menciptakan lapangan pekerjaan
· menjadi pegawai tetap disuatu perusahaan/kantor.
dari pengalaman kita bisa belajar banyak
hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya dan dari pengalaman
itu juga kita bisa berusaha memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat.
begitupun dengan perjalanan hidup yang saya
jalani selalu dihiasi dengan pengalaman pengalaman yang senantiasa mengiringi
perjalanan hidup saya mulai dari saya masuk IAID sampai pada saat ini.
apabila saya diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman saya selama
mengenyam pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam (IAID) sampai saat ini.
Tepatnya setelah saya dinyatakan lulus
pada jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah kejuruan (SMK) saya merasakan
kebahagiaan yang luar biasa perasaan saya lega. selanjutnya saya merasa bimbang
antara apakah saya akan melanjutkan pendidikan ataukah mencari pekerjaan?. tapi
karna ada semangat atau ada yang mensupport saya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang
perguruan tinggi. tapi sesudah itu saya bimbang lagi mau diteruskan ke
perguruan tinggi mana?. tp pada akhirnya teman ibu saya menawarkan saya untuk
kuliah di IAID (Institut Agama Islam Darusalam). akhirnya saya pun tanpa pikir
panjang aku pun menuju kampus IAID untuk melakukan pendaftaran sebagai
prasyarat penerimaan mahasiswa baru dan saya mengambil jurusan PGMI karena
merasa tertarik dengan prodi tersebut yang memberikan kesempatan kepada kita
untuk mengusai semua mata pelajaran MI dan dapat lebih mengenal karakter
peserta didik tingkat MI/SD. Setelah itu saya mengikuti prosedur yang telah
ditentukan oleh pihak fakultas sebagai prasyarat sebagai seorang mahasiswa
baru, mulai dari proses pendaftaran, testing dan pengumuman kelulusan.
kegiatan ta’aruf mahasiswa darussalam atau sering dikenal dengan sebutan
Tamada pun dimulai. Masa ta’aruf ini benar-benar berbeda dengan kegiatan ospek
di perguruan tinggi pada umumnya karena tamada di darussalam lebih menekankan
pada pembentukan mahasiswa yang intelek dan berwawasan luas melalui pemberian
motivasi, pemberian materi-materi yang penuh dengan muatan pendidikan dan
berwawasan, pengenalan lingkungan kampus, pengenalan prodi yang ada di
darussalam dan hal yang paling utama dari tamada yakni masa ta’aruf antar mahasiswa
darussalam. Sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa baru
salah satunya dapat membantu mahasiswa baru untuk baradaptasi dengan dunia
perkuliahan, dan membekali mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri
memasuki dunia perkuliahan di kampus darussalam.
setelah satu minggu dari kegiatan Tamada, maka
dimulailah aktivitas akademis di kampus,perasaan saya pada saat itu
senang yang amat luar biasa. karena dapat mengenyam pendidikan di institusi
yang baru dan tentunya mendapatkan teman baru,di kampus ternyata proses
pembelajarannya ternyata sangat berbeda dengan waktu di SMK, di Institut
pembelajarannya semua mata kuliah menggunakan program diskusi. Pada awalnya
jelas sekali saya kesulitan untuk menyesuaikan pembelajaran ini, karena intensitas
diskusi di jenjeng pendidikan sebelumnya tak seintesif di perkuliahan,akan
tetapi seiring berjalanya waktu aku pun terbiasa dengan yang namanya diskusi,
menikmati kegiatan ini dan ternyata banyak sekali mafaat dari diskusi ini yakni
dengan diskusi kita bisa bertukar pikiran dalm memecahkan suatu
permasalahan,saling berbagi pengalaman dan tentunya dapat memperluas wawasan
kita. Dan kini diskusi merupakan soulmate dan makanan sehari-hariku di kampus.